twitter

Sekolah Masak & Akademi Perhotelan

Sekolah Kuliner - Akademi Perhotelan - Tristar Culinary Institute



Jln. Raya Jemursari 234 Surabaya.
Telp: 031 8433224-25.
Flexi: 031-81639992.
HP: 0817321024.
Kampus Baru:
Jln. Raya Tenggilis no. 68. Surabaya.

Ice Carving @ Tristar Culinary Institute


Fruit & Vegetable Carving @ Tristar Cooking School



Ekstra Kurikuler Tataboga - SMA Stella Maris




Program Ekskul Kuliner & Handicraft untuk sekolah SD - SMP - SMA.
Info: Info: Flexi: 031-83109709. Esia: 031 91938824. Hp: 0817321024.

SEKOLAH TATA BOGA - SEKOLAH KULINER

Program Pendidikan Kuliner

Diploma 1, D2, dan D3.

Sistem Studi : Praktek Setiap Hari.

Jln. Raya Jemursari no. 234. Surabaya.

Telp: 031-8433224-25.

Flexi: 031-81639992.

HP: 0817321024.

Email: tristarkuliner@yahoo.co.id

Jurusan :

1. Patiseri (Baking & Pastry).

2. Tata Boga (Kuliner).

Jenjang Studi lanjutan S1 & S2 di Swiss.

Dengan jurusan : International Hotel and Tourism Management.

*************************************

TRISTAR CULINARY INSTITUTE

Visi & Misi


Stuktur Kurikulum


Kalender Akademik


Fasilitas

Biaya Perkuliahan

Kegiatan Perkuliahan


Kegiatan Extra Kulikuler


Kegiatan Olah Raga


Pages

Minggu, 24 Oktober 2010

Raih Gold Medal Kategori “Indonesian Canape Creation” & Bronze Medal Kategori “Traditional Indonesian Dessert”

Tristar Institute BSD - Culinary Challenge 2015
Raih Gold Medal Kategori “Indonesian Canape Creation” &
Bronze Medal Kategori “Traditional Indonesian Dessert”

 ‘Small is beautiful’ mungkin ini kata-kata yang cocok diucapkan saat melihat kreasi mahasiswa Tristar Institute BSD saat mengikuti Culinary Challenge 2015, kategori membuat sajian Indonesian Canape Creation & Traditional Indonesian Dessert yang dihelat oleh Indonesian Chef Asosiasi ( ICA) beberapa waktu lalu di JIE Kemayoran Jakarta.

Kamis, 14 Oktober 2010

Pendidikan Kuliner; Belajar & Praktek Masakan Tiong Hwa - Chinesse Food.

Makanan China atau Tionghoa memang bisa kita temui dimana saja. Hal ini dikarenakan citarasa dari makanan China atau Tionghoa ini memang sesuai dengan selera masyarakat kita. Begitu populernya makanan dari negeri China ini tentu membuat pelaku kuliner semakin tertarik untuk membuat aneka makanan China untuk dipasarkan. Alasan ini tentu tak dilewatkan oleh Tristar Culinary Institute untuk mengajarkan kepada para mahasiswanya dengan materi Pengetahuan Makanan Tionghoa. Tujuan diberikannya materi ini adalah agar para mahasiswa Tristar Culinary Institute yang beralamatkan di Jl. Raya Jemursari 234 Surabaya ini nantinya dapat menguasai pengolahan dan pengajian makanan Tionghoa.


Tak hanya sekedar cara memasaknya saja, dalam mata kuliah ini para mahasiswa juga diberikan pembahasan mengenai sejarah makanan Tionghoa, kebiasaan makan, konsep dasar, pengetahuan bahan dan bumbu serta berbagai macam makanan dari daerah-daerah di China. Materi perkuliahan ini akan diberikan dalam waktu kurang lebih satu minggu. Seperti yang terlihat dalam perkulianan Pengetahuan Makanan Tionghoa hari Senin (16/ 08) kali ini, para mahasiswa diajarkan mengenai 4 macam makanan Tionghoa yaitu Asparagus Soup, Salty Fish Rice, Lo Han Cay serta Lions Head Casserol. Perkuliahan jurusan culinary ini dimulai pada pukul 8.00 WIB dan diawali dengan pemberian teori terlebih dahulu. Setelah teori selesai diberikan, maka Yanuar selaku pengajar segera melanjutkan pemberikan materi perkuliahan dengan praktik.




Dalam segmen praktik ini, terlebih dahulu para mahasiswa yang terdiri dari sekitar 22 orang dalam satu kelas ini dibagi menjadi 4 kelompok. Kemudian masing-masing kelompok ditugaskan untuk menyiapkan dan mengolah masing-masing resep yang sudah diberikan. Setelah pembagian tugas selesai, maka para mahasiswa mulai menyiapkan berbagai bahan terlebih dahulu mualai dari mengupas, menimbang, memotong hingga membersihkan semua bahan yang akan digunakan dalam mengolah makanan. Para mahasiswa yang terbagi dalam kelompok ini tampak antusias serta kompak dalam mengerjakan tugas yang diberikan kepada mereka. 
Sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk menyiapkan bahan-bahannya. Setelah bahan selesai disiapkan, maka Yanuar segera mengarahkan setiap mahasiswa untuk mulai mengolah atau memasak bahan yang sudah disiapkan sebelumnya. Hal ini dimaksudkan agar para mahasiswa tidak mengalami kesalahan proses dalam memasaknya. Selesai memberikan pengarahan, maka para mahasiswa pun segera memulai proses memasaknya. Para mahasiswa tak perlu khawatir tidak mengetahui cara membuat masakan yang ditugaskan kelompok lain, karena para mahasiswa dapat juga melihat cara pengolahan kelompok lainnya secara langsung.
Bahkan para mahasiswa dari kelompok lain bisa juga berdiskusi ataupun memberikan saran kepada kelompok lain agar nantinya hasil makanan yang diolah hasilnya maksimal. Selang beberapa waktu lamanya, akhirnya masakan pun satu per satu selesai diolah. Satu per satu kelompok pun segera mengambil tempat yang akan digunakan untuk menyajikan atau men-display makanan yang sudah dibuatnya. 
Kemudian masing-masing makanan tersebut diletakkan dalam tempat saji dan dihias sedemikian rupa hingga tampak cantik dan menarik. Dalam menghias makanan ini, Yanuar selalu memberikan kebebasan bagi para mahasiswanya untuk berkreasi namun tentu dengan terlebih dahulu memberikan pengarahan mengenai aturan-aturan yang benar dalam penyajian makanan.
Akhirnya seluruh makanan pun selesai diolah dan tampak sangat menarik untuk dihidangkan. Para mahasiswa pun tampak sangat puas dengan hasil masakan yang mereka praktikkan sehingga tak sedikit mahasiswa yang meng-abadikan karya mereka dengan kamera. Setelah men-display hasil masakannya, maka para mahasiswa juga langsung membagi makanan hasil praktik mereka agar setiap mahasiswa dapat mencicipi rasa dari seluruh masakan yang sudah dipraktikkan hari ini. Para mahasiswa mengaku cukup puas dengan metode pembelajaran seperti ini karena para mahasiswa menjadi cepat terampil dalam mengolah berbagai makanan. /nv  
  

Senin, 04 Oktober 2010

When You Want To Be Proffesional Chef. Tristar Culinary Institute


 Sebagai lembaga pelatihan kuliner, Tristar Culinary Institute yang beralamatkan di Jl. Raya Jemursari no.234 Surabaya ini tentu sudah tidak diragukan lagi. Hal terbukti dengan dipilihnya Tristar Culinary Institute sebagai lembaga yang memberikan pelatihan beberapa food product kepada beberapa karyawan PT. Duta Marine, Marine & FSO Specialist. Pelatihan seputar pengolahan beberapa food product ini dilaksanakan selama 5 hari mulai hari Kamis (05/08) hingga hari Selasa (10/08). Adapun materi yang diajarkan dalam pelatihan ini pun cukup beragam dan berbeda setiap harinya.
Beberapa materi yang dipilih untuk diajarkan pada pelatihan ini diantaranya adalah Chicken Katzu, Ekkado, Tiger Roll, Banana Vla Caramel Crepes, Lapis Legit, Maoscovish, Ayam Kremes, Ayam Tulang Lunak. Tenderloin Steak, Gurami Bakar dan lain sebagainya yang tentunya materi-materi ini dibagi dalam 5 hari masa pelatihan. Peserta pelatihan kali ini diikuti oleh 4 orang karyawan PT.Duta Marine. Sedangkan materi pelatihan selama 5 hari ini nantinya akan diajarkan Otje untuk materi seputar pembuatan aneka kue serta Endang dan Yanuar untuk materi seputar kuliner ataupun masakan. 
          Adapun materi yang diajarkan pada hari pertama pelatihan tepatnya hari Kamis (05/08) pukul 13.30 WIB kali ini meliputi Chicken Katzu, Egg Chicken Roll, Breaded Chicken Ball dan Ekkado. Materi pelatihan yang diajarkan oleh Endang kali ini diawali dengan pembuatan Chicken Katzu. Dalam pelatihan ini, para peserta langsung diajak untuk bersama-sama mempraktikkan materi yang diberikan. Tak hanya sekedar mempraktikkan cara membuatnya saja, para peserta juga ikut mempersiapkan semua bahan yang digunakan mulai dari menimbang, mengiris serta membersihkan bahan.
Sehingga dengan metode seperti ini, diharapkan nantinya para peserta cepat terampil.
       
  Setelah selesai dalam pembuatan Chicken Katzu, maka pelatihan dilanjutkan 
dengan materi-materi selanjutnya seperti Egg Chicken Roll, Breaded Chicken Ball dan Ekkado dengan metode yang sama dengan materi yang pertama diajarkan. Semua materi yang diajarkan kali ini memang merupakan aneka sajian yang sering kita temui di restoran makanan Jepang cepat saji, HokBen. Materi ini dipilih karena makanan jenis ini kini kian digemari masyarakat luas. Selain praktis juga dikarenakan rasanya yang lezat. Para peserta pelatihan pun tampak begitu antusias menyimak satu per satu materi yang diajarkan dan dijelaskan oleh Endang. Tampak sesekali peserta mencatat beberapa hal yang belum mereka ketahui. 
          Selesai dengan beberapa proses pengolahan, maka peserta mulai pada tahap akhir proses memasak yaitu menggoreng. Setelah menggoreng, maka para peserta dapat langsung mencicipi makanan hasil praktik. Peserta tampak begitu puas dengan makanan yang sudah dipraktikkannya. Tidak hanya itu saja, peserta pelatihan juga sangat senang dan merasa beruntung mendapat kesempatan untuk menimba ilmu dan belajar membuat beberapa produk makanan di Tristar Culinary Institute. Karena banyak pengetahuan baru seputar dunia kuliner yang mereka dapatkan. Pada kursus hari pertama ini  para peserta bisa langsung membawa pulang makanan hasil praktik dan tak sabar untuk mengikuti pelatihan pada hari-hari selanjutnya./nv