Minggu, 24 Oktober 2010

Seni Mengukir Buah & Sayuran di Tristar Culinary Institute - Fruit & Vegetable Carving


Kegiatan Fruit Carving -

Seni mengukir buah adalah salah satu mata kuliah di Tristar Culinary Institute. Diajarkan cara mengukir Buah & Sayuran (Pepaya, Semangka, Melon,Bengkuang, Wortel, Cabe, Lobak, dll). Teknik mengukir ini memerlukan ketelatenan & seni yang tinggi. Hasil Fruit Carving Mahasiswa di Publikasikan di berbagai Tabloid Kuliner.


Fruit Carving 3

Seni Ukir Buah & Sayur.
Kalau anda mengundang tamu dirumah, jangan lupa untuk mempersiapkan hidangan yang disertai ukiran buah dan sayuran yang simple tapi elegan. Apapun acaranya, apakah itu buffet, ditempatkan diatas meja sebagai centerpiece, ukiran buah ini menambah elegan dan style dari hidangan.

 Fruit Carving 2

Mengukir buah dan sayuran adalah seni untuk menunjang penampilan hidangan diatas meja.Para Mahasiswa di Tristar Culinary Institute selalu menambahkan hiasan dari sayuran dan buah-buahan yang bisa di makan menyertai hidangan yang dibuatnya.
Dengan ukiran buah dan sayuran ini makanan terlihat lebih cantik dan menggugah selera makan. Sebelum merasakan kelezatan hidangan, biasanya indera mata sangat berperan dalam proses menyantap hidangan setelah itu diikuti indera pengecap.

Fruit Carving 1
Keterampilan ini sangat mudah dipelajari serta peralatan yang diperlukan pun sederhana, pada dasarnya hanya pisau yang runcing dan tajam.
Peralatan lain: gunting, tusuk gigi, talenan, pisau bergerigi dan pisau dapur. Keterampilan ini bukan milik mereka yang berbakat seni saja. Semua orang bisa membuatnya sendiri. Yang dibutuhkan untuk menguasai keterampilan ini adalah: Kesabaran, Ketekunan, dan Keinginan untuk selalu mencoba lagi jika mengalami kegagalan hingga berhasil. Di Sekolah Masak - Tristar Culinary Institute diajarkan seni mengukir buah & sayur & Setiap menghidangkan menu makanan selalu di garnish telebih dahulu sehingga makanan yan di sajikan bisa mengudang selera makan.

Hasil Fruit Carving
Jenis buah dan Sayur
Aneka macam buah dan sayuran segar bisa digunakan untuk carving serta dapat disesuaikan dengan suasana dan musim buah yang ada.
Pilihlah jenis buah dan sayuran yang sesuai dipadu dengan jenis hidangannya. Carilah warna kontras agar hidangan bisa tampil memikat. Kombinasikan warna buah dan sayuran supaya tidak tersamar dengan makanannya.
Misalnya untuk:
Hidangan Ikan diberi warna kuning atau orange dari jeruk.
Hidangan Steak daging diberi warna merah dari tomat.
Hidangan Nasi Goreng diberi warna hijau dari timun, dsb.
Disini kita belajar tehnik carving dengan pola. Kita gunakan buah yang besar serta mudah diukir seperti semangka, pepaya dan Melon cantalop. Dengan pola yang sama seperti pada sayuran dan buah yang kecil seperti pada wortel dan kentang, Mulailah dengan sayuran kecil terlebih dahulu untuk membiasakan tangan anda, seperti pada tomat, mentimun dan lain-lain. Fruit Carving ini juga dapat jadi pilihan hadiah yang menarik untuk seseorang yang anda sayangi. Selamat mencoba dan menikmati hasil karya anda.

Apabila anda ingin mengikuti Kursus mengukir buah & sayuran, anda dapat belajar di Tristar Culinary Institute.
Sekolah Perhotelan & Akademi Tataboga - Tristar Culinary Institute.
Jln. Raya Jemursari 234 Surabaya.
Telp: 031 8433224-25.
Flexi: 031-81639992.
HP: 0817321024.
Kampus Baru:
Jln. Raya Tenggilis no. 68. Surabaya.

By
Tristar Cooking School
Sekolah Tata Boga Tristar
Tristar Culinary Academy
Program Pendidikan Kuliner Tristar

Kamis, 14 Oktober 2010

Pendidikan Kuliner; Belajar & Praktek Masakan Tiong Hwa - Chinesse Food.

Makanan China atau Tionghoa memang bisa kita temui dimana saja. Hal ini dikarenakan citarasa dari makanan China atau Tionghoa ini memang sesuai dengan selera masyarakat kita. Begitu populernya makanan dari negeri China ini tentu membuat pelaku kuliner semakin tertarik untuk membuat aneka makanan China untuk dipasarkan. Alasan ini tentu tak dilewatkan oleh Tristar Culinary Institute untuk mengajarkan kepada para mahasiswanya dengan materi Pengetahuan Makanan Tionghoa. Tujuan diberikannya materi ini adalah agar para mahasiswa Tristar Culinary Institute yang beralamatkan di Jl. Raya Jemursari 234 Surabaya ini nantinya dapat menguasai pengolahan dan pengajian makanan Tionghoa.


Tak hanya sekedar cara memasaknya saja, dalam mata kuliah ini para mahasiswa juga diberikan pembahasan mengenai sejarah makanan Tionghoa, kebiasaan makan, konsep dasar, pengetahuan bahan dan bumbu serta berbagai macam makanan dari daerah-daerah di China. Materi perkuliahan ini akan diberikan dalam waktu kurang lebih satu minggu. Seperti yang terlihat dalam perkulianan Pengetahuan Makanan Tionghoa hari Senin (16/ 08) kali ini, para mahasiswa diajarkan mengenai 4 macam makanan Tionghoa yaitu Asparagus Soup, Salty Fish Rice, Lo Han Cay serta Lions Head Casserol. Perkuliahan jurusan culinary ini dimulai pada pukul 8.00 WIB dan diawali dengan pemberian teori terlebih dahulu. Setelah teori selesai diberikan, maka Yanuar selaku pengajar segera melanjutkan pemberikan materi perkuliahan dengan praktik.




Dalam segmen praktik ini, terlebih dahulu para mahasiswa yang terdiri dari sekitar 22 orang dalam satu kelas ini dibagi menjadi 4 kelompok. Kemudian masing-masing kelompok ditugaskan untuk menyiapkan dan mengolah masing-masing resep yang sudah diberikan. Setelah pembagian tugas selesai, maka para mahasiswa mulai menyiapkan berbagai bahan terlebih dahulu mualai dari mengupas, menimbang, memotong hingga membersihkan semua bahan yang akan digunakan dalam mengolah makanan. Para mahasiswa yang terbagi dalam kelompok ini tampak antusias serta kompak dalam mengerjakan tugas yang diberikan kepada mereka. 
Sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk menyiapkan bahan-bahannya. Setelah bahan selesai disiapkan, maka Yanuar segera mengarahkan setiap mahasiswa untuk mulai mengolah atau memasak bahan yang sudah disiapkan sebelumnya. Hal ini dimaksudkan agar para mahasiswa tidak mengalami kesalahan proses dalam memasaknya. Selesai memberikan pengarahan, maka para mahasiswa pun segera memulai proses memasaknya. Para mahasiswa tak perlu khawatir tidak mengetahui cara membuat masakan yang ditugaskan kelompok lain, karena para mahasiswa dapat juga melihat cara pengolahan kelompok lainnya secara langsung.
Bahkan para mahasiswa dari kelompok lain bisa juga berdiskusi ataupun memberikan saran kepada kelompok lain agar nantinya hasil makanan yang diolah hasilnya maksimal. Selang beberapa waktu lamanya, akhirnya masakan pun satu per satu selesai diolah. Satu per satu kelompok pun segera mengambil tempat yang akan digunakan untuk menyajikan atau men-display makanan yang sudah dibuatnya. 
Kemudian masing-masing makanan tersebut diletakkan dalam tempat saji dan dihias sedemikian rupa hingga tampak cantik dan menarik. Dalam menghias makanan ini, Yanuar selalu memberikan kebebasan bagi para mahasiswanya untuk berkreasi namun tentu dengan terlebih dahulu memberikan pengarahan mengenai aturan-aturan yang benar dalam penyajian makanan.
Akhirnya seluruh makanan pun selesai diolah dan tampak sangat menarik untuk dihidangkan. Para mahasiswa pun tampak sangat puas dengan hasil masakan yang mereka praktikkan sehingga tak sedikit mahasiswa yang meng-abadikan karya mereka dengan kamera. Setelah men-display hasil masakannya, maka para mahasiswa juga langsung membagi makanan hasil praktik mereka agar setiap mahasiswa dapat mencicipi rasa dari seluruh masakan yang sudah dipraktikkan hari ini. Para mahasiswa mengaku cukup puas dengan metode pembelajaran seperti ini karena para mahasiswa menjadi cepat terampil dalam mengolah berbagai makanan. /nv  
  

Senin, 04 Oktober 2010

When You Want To Be Proffesional Chef. Tristar Culinary Institute


 Sebagai lembaga pelatihan kuliner, Tristar Culinary Institute yang beralamatkan di Jl. Raya Jemursari no.234 Surabaya ini tentu sudah tidak diragukan lagi. Hal terbukti dengan dipilihnya Tristar Culinary Institute sebagai lembaga yang memberikan pelatihan beberapa food product kepada beberapa karyawan PT. Duta Marine, Marine & FSO Specialist. Pelatihan seputar pengolahan beberapa food product ini dilaksanakan selama 5 hari mulai hari Kamis (05/08) hingga hari Selasa (10/08). Adapun materi yang diajarkan dalam pelatihan ini pun cukup beragam dan berbeda setiap harinya.
Beberapa materi yang dipilih untuk diajarkan pada pelatihan ini diantaranya adalah Chicken Katzu, Ekkado, Tiger Roll, Banana Vla Caramel Crepes, Lapis Legit, Maoscovish, Ayam Kremes, Ayam Tulang Lunak. Tenderloin Steak, Gurami Bakar dan lain sebagainya yang tentunya materi-materi ini dibagi dalam 5 hari masa pelatihan. Peserta pelatihan kali ini diikuti oleh 4 orang karyawan PT.Duta Marine. Sedangkan materi pelatihan selama 5 hari ini nantinya akan diajarkan Otje untuk materi seputar pembuatan aneka kue serta Endang dan Yanuar untuk materi seputar kuliner ataupun masakan. 
          Adapun materi yang diajarkan pada hari pertama pelatihan tepatnya hari Kamis (05/08) pukul 13.30 WIB kali ini meliputi Chicken Katzu, Egg Chicken Roll, Breaded Chicken Ball dan Ekkado. Materi pelatihan yang diajarkan oleh Endang kali ini diawali dengan pembuatan Chicken Katzu. Dalam pelatihan ini, para peserta langsung diajak untuk bersama-sama mempraktikkan materi yang diberikan. Tak hanya sekedar mempraktikkan cara membuatnya saja, para peserta juga ikut mempersiapkan semua bahan yang digunakan mulai dari menimbang, mengiris serta membersihkan bahan.
Sehingga dengan metode seperti ini, diharapkan nantinya para peserta cepat terampil.
       
  Setelah selesai dalam pembuatan Chicken Katzu, maka pelatihan dilanjutkan 
dengan materi-materi selanjutnya seperti Egg Chicken Roll, Breaded Chicken Ball dan Ekkado dengan metode yang sama dengan materi yang pertama diajarkan. Semua materi yang diajarkan kali ini memang merupakan aneka sajian yang sering kita temui di restoran makanan Jepang cepat saji, HokBen. Materi ini dipilih karena makanan jenis ini kini kian digemari masyarakat luas. Selain praktis juga dikarenakan rasanya yang lezat. Para peserta pelatihan pun tampak begitu antusias menyimak satu per satu materi yang diajarkan dan dijelaskan oleh Endang. Tampak sesekali peserta mencatat beberapa hal yang belum mereka ketahui. 
          Selesai dengan beberapa proses pengolahan, maka peserta mulai pada tahap akhir proses memasak yaitu menggoreng. Setelah menggoreng, maka para peserta dapat langsung mencicipi makanan hasil praktik. Peserta tampak begitu puas dengan makanan yang sudah dipraktikkannya. Tidak hanya itu saja, peserta pelatihan juga sangat senang dan merasa beruntung mendapat kesempatan untuk menimba ilmu dan belajar membuat beberapa produk makanan di Tristar Culinary Institute. Karena banyak pengetahuan baru seputar dunia kuliner yang mereka dapatkan. Pada kursus hari pertama ini  para peserta bisa langsung membawa pulang makanan hasil praktik dan tak sabar untuk mengikuti pelatihan pada hari-hari selanjutnya./nv